CICIL Fokus Perkuat Pembiayaan UMKM dan Kualitas Pendanaan di 2026

CICIL Fokus Perkuat Pembiayaan UMKM dan Kualitas Pendanaan di 2026

Jakarta, 25 November 2025 – CICIL menegaskan komitmennya dalam memperluas akses
pembiayaan produktif bagi pelaku usaha di Indonesia sebagai bagian dari upaya
memperkuat inklusi keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
Transformasi perusahaan dari pembiayaan pendidikan menuju pembiayaan produktif
menjadi langkah strategis untuk menjawab meningkatnya kebutuhan pendanaan yang cepat
dan tepat di sektor riil, khususnya UMKM.


Fokus baru ini merupakan lanjutan dari misi perusahaan untuk menghadirkan layanan
keuangan yang inklusif dan berkelanjutan. Pelaku usaha produktif, termasuk mereka yang
belum terjangkau lembaga keuangan konvensional, membutuhkan dukungan pendanaan
yang fleksibel untuk menjaga pertumbuhan dan keberlanjutan usaha.


“Misi CICIL sejak awal adalah menghadirkan akses keuangan yang inklusif. Kami
memandang kehadiran fintech seperti CICIL merupakan pelengkap ekosistem keuangan
nasional. Dengan kemampuan menghadirkan proses yang lebih cepat, efisien, dan berbasis
teknologi, fintech berperan penting dalam membantu pelaku usaha produktif. Pembiayaan
produktif menjadi cara bagi kami membantu mengembangkan sekaligus menciptakan
dampak ekonomi yang lebih luas,” ujar Ivan Joshua Tandika, Direktur CICIL dalam sesi
interviewnya bersama CNBC Indonesia.


Hal tersebut tercermin dari capaian kinerja sepanjang tahun ini. Dari Januari sampai dengan
Oktober 2025, CICIL berhasil melayani lebih dari 200 borrower dan lebih dari 700 lender
dengan total akumulasi penyaluran pendanaan sebesar Rp1,64 triliun. Capaian ini
menunjukkan kepercayaan yang terus tumbuh terhadap kualitas layanan dan ekosistem
pendanaan yang dibangun CICIL.


Menatap tahun 2026, CICIL menargetkan tidak hanya pada pertumbuhan pendanaan
namun juga menjaga kualitas penyaluran pendanaan, sejalan dengan penguatan kualitas
portofolio dan prinsip mitigasi risiko yang dijalankan perusahaan. Dimana, fokus
pertumbuhan tidak hanya pada peningkatan volume penyaluran, tetapi juga pada stabilitas
pendanaan, keberlanjutan usaha Penerima Dana, serta menjaga tingkat kepercayaan
Pemberi Dana.


“Untuk memastikan kualitas pendanaan, CICIL berkomitmen untuk terus menerapkan
proses analisis yang komprehensif berdasarkan data, verifikasi lapangan, hingga monitoring
berkala terhadap aktivitas usaha Penerima Dana. Pada fasilitas tertentu, CICIL juga
menerapkan struktur jaminan tambahan sebagai bagian dari pengendalian risiko” tambah
Ivan dalam sesi interviewnya.


Selain itu, CICIL juga mengedepankan transparansi biaya, bunga, dan ketentuan
pembiayaan agar Penerima Dana memahami seluruh kewajiban secara jelas. Perusahaan
juga menerapkan standar keamanan informasi ISO 27001 dan mematuhi regulasi
perlindungan data untuk memastikan proses digital dilakukan secara aman dan etis. Dengan
mengedepankan tata kelola yang baik, inovasi teknologi, serta manajemen resiko, CICIL
terus mengambil peran aktif dalam mendorong penguatan sektor produktif dan memperluas
dampak positif bagi perekonomian Indonesia.